Ada 2 kondisi (Baca: Fungsi) mengapa selang hidung harus dipasang:
- Untuk Menguras (Membersihkan) Lambung, menggunakan cairan khusus.
- Untuk memasukkan makanan kedalamnya.
Kila (4th), waktu itu pernah menggunakan keduanya.
Dia di curigai Keracunan makanan, dan Sempat menolak apapun makanan/minuman yang masuk kedalam perutnya.
Sehingga Medis menanggapi dan memutuskan kalau Kila perlu asupan makanan dan itu melalui alternatif ke.2 yaitu selang hidung.
[ Klik disini Untuk Baca masalah Keracunan Makanan.]
Ngeri ! Pikirku...
Perawat disitu juga menyahut:
"harus tega memang"
Katanya supaya bisa menguras isi lambung Kila (dibersihkan) seandainya memang betul keracunan makanan.
Sakit memang rasanya ketika selang sepanjang 1 Jengkal lebih (tangan orang dewasa) itu masuk melalui hidung.
Apalagi saat melihat percikan darah yang menempel di selang itu.
Kila memang melawan saat dimasukin selang di hidungnya. Wajar. Dia Anak-anak.
Kami bertiga (salah satunya perawat) waktu itu ada yang memegang tangan, kepala, dan kaki kila, agar tidak banyak berontak.
Sementara perawat sisanya berusaha memasukkan selang panjang kedalam hidungnya.
Saya masih ingat ketika Perawatnya bilang "Telan-telan" Kau tau Anak kecil yang polos usia 4th itu hanya bisa menangis, sambil menggelengkan kepalanya.
Meskipun kondisinya sambil lemas menahan rasa sakit, mungkin merasakan ada benda aneh yang masuk dan melewati tenggorokannya.
Ternyata Kila sempat terkencing-kencing menahan sakitnya, bahkan tampak cipratan kotoran menempel di celana dalamnya.
Bundanya mendapati cipratan kotoran ketika mengganti celana dalamnya dengan popok ukuran XL (Ya agar Kila tidak banyak berjalan kesana kemari dengan mesin infus yang dialiri listrik).
Setelah selang itu terpasang, perawat menempelkan stiker di selangnya dibagian pipi kila agar selangnya tidak ketarik ulur yang bisa menyebabkan selang itu lepas.
Tidak berapa lama setelah itu Perawat meraih cairan bening (Seperti cairan infus) yang terbungkus di dalam plastik bening berukuran telapak tangan.
Perawat itu mulai memasukkan ujung suntikan kedalamnya lalu menyedot cairan bening itu menggunakan suntikan besar, lalu dengan cekatan memasangnya dari ujung selang tadi ke ujung suntikan.
Proses menyemprotkan cairan bening pun dimulai.
Perawat mendorong suntikan itu dengan perlahan dan hati-hati, nampak Kila tidak merasakan sakit.
Setelah membiarkannya beberapa saat, Perawat itu menyedot kembali cairan bening itu dengan cara menarik ujung suntikan itu sampai tersedot semuanya.
Setelah cairan itu semua kembali, kami terkejut saat melihat hasilnya. Cairan yang disemprotkan yang tadinya bening, sekarang berubah menjadi keruh kuning, dan berlendir.
Proses Nguras Lambung melalui Selang selesai setelah 3x ganti cairan bening.
Awalnya Dokter memang mencurigai Keracunan makanan entah tangannya tekontaminasi bahan kimia, ataukah ada bakteri / Virus yang terkontaminasi ke tangannya tanpa sempat mencuci tangan.
Tindakan ke.2
Selang masih menempel di hidung Kila. Saya kira masih ada lanjutan Kuras Lambung seperti tadi.
Sore hari kemarin Perawat hanya bilang, Kila masih lanjut puasa. Dari 6 jam tadi, berakhir jam 9 malam, lalu dilanjutkan minum sufor (Susu Formula Medis) dan puasa lagi per-3 jam.
Ya waktu itu perawatnya bilang Saya ingat betul: kalo tidak bisa masuk lewat mulut, maka coba paksa masuk lewat hidung.
- Jadi sepanjang malam,
- Setiap 3 jam.
- Kami membangunkan Kila
- Untuk memberikan Sufor.
Dia mau minum Sufor...
Dia bangun koq...
Mulai jam:
- 24.00 wib (Tidur, dibangunin)
- 03.00 wib (Tidur, dibangunin)
- 06.00 wib (Tidur, dibangunin)
Per - 3 jam.
Mision Completed. Saya mencatatnya. Kami menggunakan timer agar tepat waktu.
Ternyata Cara ini Salah...
Setelah ketemu dokternya di Pagi hari tadi. Dan Kami dengan PEDE menjelaskan semua perkembangannya, termasuk cara kami memberikan Sufornya.
Dokternya malah kaget. koq bisa malam-malam Dia minum Sufornya? --Ujarnya bingung.
Disinilah letak kesalahannya...
Ternyata yang Kami lakukan salah.
- ❌️ Salahnya adalah....
Membangunkan si Anak ini untuk meminum Sufornya.
- ✅️ Sementara cara yang benar adalah...
Jika Anak dalam kondisi tidur, maka memasukkan sufornya Harus lewat selang tadi.
Seharusnya waktu malam itu menggunakan Selang.
"Lah, Selang itu buat apa dong Pak? Kalo ujung2nya disuruh minum". Ujarnya...
Lalu menambahi;
"Anak ini berat badannya harus naik, itulah mengapa dia TIDAK BOLEH BANGUN. Sufornya masuk harus melalui hidung, Supaya Anaknya bisa tidur Pulas, dan dapat menaikkan berat badannya."
Nah, Ternyata fungsi Selang itu buat kondisi seperti tadi.
......Yaitu,
membantu mempermudah pemberian Sufor meskipun Anak dalam keadaan Tidur.
Ya kan melalui selang yang masih menempel di hidungnya.
Komunikasi yang salah. Penyampaian yang salah dari perawatnya.
Perawat:
❌️ Kalo gak bisa Minum sufor, maka minumya lewat hidung saja
Dokter:
✅️ Kalo anaknya tidur, Minum lewat hidung.
✅️ Pake Selangnya.
✅️ Jangan di bangunin.
Hadeeeh, lagian ngapain kemarin Perawatnya bilang Kalo gak bisa Minum baru dipaksa lewat hidung?
Kan kita mikirnya Anak beneran gak bisa nelan atau apapun kan?
Lain kali. Harus benar-benar dipastikan lagi. Untuk apa selang yang terpasang di hidungnya itu.
Yah, tapi Saya tidak berharap keluarga kami mengulangi kejadian itu lagi. Semoga Anda juga tidak.
Sekian...
Terimakasih sudah membaca.
Salam dari Penulis 😊🫰


