Hal yang paling menjengkelkan saat di sekolah adalah bentuk Penindasan yang dilakukan oleh Individu atau sekelompok Orang.
Alih-alih pengen belajar dan Lebih Fokus meningkatkan nilai Akademik, eh Fikiran malah melalang buana;
- 👉 "Gimana caranya biar gak Di Bully sama teman"
- 👉 "Aku takut masuk kelas, aku bakal di keroyok"
- 👉 "Aku tidak bisa pulang, Mereka akan memukulku"
- 👉 "Jika Aku mengadu Aku akan semakin di Bully"
- 👉 "Aku harus sembunyikan uang jajanku"
- 👉 "Kenapa Ketua kelas ikutan mem Bully?"
- 👉 Kata Ayah Datangin Guru / Kantornya, lalu minta Perlindungan"
Apakah di sekolah bukan lagi tempat belajar yang Aman? Malah menjadi Ajang anak-anak mencari Pengaruh /menjadi yang Terhebat Paling Di Takuti? Apa-apaan...
Apa Kenakalan Anak yang Seperti ini tetap Harus di Maklumi? "Gak papa masih anak-anak, masih kenakalan biasa..."
Comeon...
Bullying / Perundungan sampai Kapanpun tidak dibenarkan. Karena itu akan merusak Mental seseorang...
Siapa yang Bertanggung jawab jika Anak yang tadinya baik-baik saja, senang berteman, lalu menjadi;
- Penakut
- Tidak Percaya Diri
- Merasa Di Kucilkan
- Fikirannya Terganggu
Ya, ini tentang Anak SD bernama Azmi. Dia Pindahan dari Surabaya dan Pangkalanbun. Pindah bukan karena kenakalan Anak itu sendiri.
...Ayolah, Dia Pindah dalam keadaan Baik. Azmi adalah Anak yang Ceria dan Senang Berteman, dengan ciri khas yang Senang mengobrol dan bercerita.
Namun akhir-akhir ini saat Ayah-nya menanyakan Kegiatan Azmi di sekolah isinya hanya Perundungan saja. Perkelahian. Pengeroyokan.
...Apakah begitu Nasib Anak Pindahan?
Seringnya Azmi mengeluh ketika sampai dirumah bahkan kadang-kadang menemukan memar-memar di area badannya.
Beberapa hari yang Lalu Ketika Ayahnya mengantar ke sekolah Azmi sempat berucap sambil memohon ke Ayahnya; "Yah tungguin Azmi, Azmi takut di Bully lagi"
Awalnya Ayah Azmi hanya memberikan Motivasi dan Masukan melawan Perundungan;
- Jika Kamu di Tindas 1 orang, Lawan.
- Jika Kamu di keroyok, Lari
- Jika Kamu Lari, Larilah ke Kantor Gurumu dan Adukan
"Disekolah itu Tanggung jawab Gurumu, Pengganti orang tuamu, Kamu harus Belajar menyelesaikan masalahmu di Sekolah. Jika Kamu ada merasa kurang nyaman soal teman-temanmu cobalah Adukan ke Gurumu." -- Kata Ayahnya sambil memberikan masukan dan semangat buat Azmi...
Ya, Awalnya Azmi masih bisa bertahan. Hanya di Point 1 & 2, Sementara di No.3 Dia hanya Lari ke kantor Guru namun tidak mengadukan.
Bahkan tadi Pagi (*Kamis, 08 sep. 22) Saya dapat Laporan dari Wali Kelas *Adiknya Azmi (*Zein Tk), yang katanya melihat Azmi di Bully sama teman-temannya lagi (*Dikeroyok).
Pikiranku menjadi tidak tenang, lalu bergegas ke sekolah Azmi. Dan Lagi-lagi Saya mendapati orang yang Sama. "Hah?! Dia lagi?"
Saat menanyakan Kenapa Azmi di Bully?
Awalnya Azmi hanya menolong Adiknya yang kebetulan datang -- jajan di Area Sekolah Azmi (kau tau sekolah yang areanya bergabung dari Tk-Sd-Smp-Sma di tempat yang Sama?)
Adik Azmi (*Zein) saat itu sedang di olok-olok, Zein tidak terima diolok-olok, eh malah dibalas dengan 1 pukulan ke mata & Bahu-nya Zein.
Azmi dapat laporan dari teman-teman Zein, yang kebetulan melihat kejadian itu dan Azmi segera mendatangi Si Pembully.
Langsung aja Azmi menanyakan kenapa memukul Zein sambil menarik baju si Pembully, mencoba membela Adiknya.
Azmi tidak memukul namun kesal karena Adiknya sudah disakiti. Kemudian ada Temanya melihat lalu berteriak ke Azmi "Jangan Pukul". Lalu Zein 6th (Anak TK) yang masih ada di situ datang seolah memberanikan diri sambil mengancang-ngancang mau memukul orang yang teriak tadi, sekelebat Perundung yang Teriak tadi Mendorong Bahu Azmi dan kemudian Kabur memanggil teman-temannya.
Tidak berapa lama perundung itu datang kembali membawa teman-temannya sambil Teriak;
"Woy mau di Hajar kah? Jangan berantem!" Kata Azmi saat meniru ucapan temannya...
Sambil salah satu mengancang-ngancang mau memukul dan tidak berapa lama teman-teman mereka (Perundung) semakin banyak.
Azmi sempat kena hantaman di bagian punggungnya, dan hal yang terlintas di pikiran Azmi adalah Lari.
Ya! Azmi Lari sambil mengajak zein ke Area yang Banjir (keluar sekolah). Syukurlah Anak-anak yang mengejar Azmi tidak ada yang berani melewati Banjir karena takut basah. Tapi Azmi terkepung.
Tidak berapalama dari kejadian itu Bel Berbunyi, Azmi dan Zein akhirnya mulai lega, dan kembali kesekolah sambil celingak-celinguk melihat keadaan.
Zein kembali ke tempat TK-nya, sambil takut dan bilang "Bang, Zein Takut", Azmi menjawab sambil meyakinkan kepada Adiknya, "Gak papa Zein sudah selesai. Sana kembali ke kelas"
Sementara Azmi masih was-was dan masih belum berani kembali ke kelas. Karena Perundung itu sebagiannya ada di dalam Kelas Azmi.
Azmi masih Syok, sambil berjalan menuju Ruang Guru dan berdiri didepannya sambil menunggu Ibu Gurunya masuk.
Saat diminta duluan ke kelas, Azmi menolak, bahkan saat ditanya kenapa sama Gurunya? Azmi tetap tidak berani menjawab.
Ya, Azmi memang pernah bilang kalo Gurunya pernah lebih Percaya sama Orang yang Ngebully dia saat Azmi menyampaikan Hal yang Benar sementara yang Ngebully berbohong.
N.b:
Kami sudah melaporkan ke Wali Kelas Azmi, semoga Tidak ada lagi terjadi Perundungan Verbal maupun Fisik ke Anak-anak lainnya.
Azmi sekarang sudah Pindah Sekolah lagi. Semoga sekolah yang Baru membuat Azmi betah karena jika Anak betah maka saat dirumah akan selalu menceritakan Keseruannya di Area Sekolah.
Dengar-dengar (*Sabtu kemarin) saat Nenek Azmi bertemu sama Teman kelas Azmi (*Cewek) Katanya dia (*Azmi) akan di Pindahkan Ruang kelasnya. Disana sudah disiapkan kursi baru buat Azmi. Sayangnya Azmi sudah Pindah.
Sementara Ini adalah foto jauh sebelumnya yang Masih kami Biarkan, namun ternyata masih terulang lagi seperti cerita diatas.
....Sekian Tulisanku.
Btw, kalau Anakmu mengalami Perundungan, apa yang Kamu lakukan? Berikan komentarmu...
Terimakasih Sudah membaca,
Salam dari Penulis
🌴😁 Aldi



wah keren bang, coba kapan² si Azmi di suruh baca webtoon judul'y "Weak Hero". tentang anak yg terlihat lemah tapi cerdas dalam mengatasi anak² bandel, cuman rada ekstrim sih 😅
BalasHapus