Kita mulai dari Anak kecil yang datang dari Surabaya.
Anak ini bernama Azmi, dia lahir di kasongan (kab.katingan) namun Azmi sudah merantau ke Kota Surabaya sejak kecil.
Azmi kecil saat itu usia masih 5th dan bersekolah Paud, TK, hingga SD disana. Dia dibekali dengan bahasa Indonesia yang Baik.
Naaaamuun...
Logat bicaranya masih tertanam dengan logat khas Kasongan (kau tau nada/intonasi yg sambil berirama) 😊
Sempat guru Azmi bertanya tempat kelahiran Azmi karena bawa'an logat (kasongan) yang Menarik perhatian...
Menariknya anak kecil memang mudah mengikuti (mencontohkan) gaya bicara orang tuanya dan terekam sangat baik.
Yang pada intinya berbeda dengan logat arek Suroboyo yang keras dan medok. Hehe
(*meskipun Azmi sempat ketularan Medok juga loh 😄)
Singkat cerita....
Azmi kelas 2 SD sudah pindah ke kota Pangkalanbun (Kalimantan Tengah), Kota kelahiran Ayahnya.
Azmi saat itu logatnya hampir medok jawa dan logatnya lagi-lagi berubah dengan logat 'teringin' campur banjar khas Pangkalanbun.
Tak sampai setahun, Azmi lalu pindah lagi ke Kota kelahirannya. Membawa logat teringin campuran banjar dan mengenal bahasa baru lagi...
Yap...
- Bahasa itu adalah bahasa Dayak 😁
Bahasa ibunda Azmi sedari kecil, tapi kau tahu? Meskipun ini adalah perkampungan dayak, disini juga kental dengan bahasa Banjar (Kalimantan selatan) loh..
Bahkan gak kalah menariknya --disini juga ada khusus perkampungan banjar.
Yaaa, Hidup rukun memang selalu menyenangkan 😊 semua gak kalah ramahnya.
Sementara Azmi yang baru pindah sekolah untungnya sangat mudah berbaur dengan teman temannya.
Saat ditanya, Azmi bilangnya tidak kesulitan dengan bahasa yang digunakan.
Bahasa umum yang digunakan di kasongan adalah bahasa;
📌 70% bahasa Dayak
📌 20% bahasa Banjar
📌 10% bahasa Jawa
Survey nya dari mana?
Hmm, kayaknya gitu si 😁
Hasil pengalaman tinggal beberapa tahun disana plus tebak-tebakan...
Sebenarnya ya' Saya gak mau repot repot turun kelapangan panas panas terus tanya satu persatu 😅
Hanya saja...
Saya bisa pastikan...
Warga penduduk Asli disini meskipun berbahasa dayak Mayoritasnya, mereka juga fasih berbahasa Banjar dan Indonesia.
Begitu juga bagi penduduk pendatang dari jawa yang besarnya dan beranak pinak disini. Mereka juga fasih berbahasa dayak dan Banjar 😊
Jadi, jika Kamu berencana ingin mengunjungi kota Kasongan. Kamu tidak perlu kuatir, penduduk disini sangat ramah dan terpelajar.
Sekian tulisanku disini...
Baca juga: Kota Durian Terlezat, Liburan di kota Kasongan
Terimakasih sudah membaca
Salam, Aldi 😊🌴



ya kasongan emang mantap menuju masa depan yg lebih baik,,
BalasHapustebak²an bang 😅
BalasHapus